Tuesday, May 26, 2009
di puncak gunung ini
udara sejuknya
menyentuh tubuh penuh kedinginan
angin semilir pun menyapa rindu
yang terkepung didada
kita merentas kabus putih
berselerakkan malu-malu
selepas gerimis petang
ada keharuman membasah dihati
membawa semula jejak kita ke sini
dilereng gunung ini
tika remang senja bertukar warna
kita masih berbicara mesra
mengutip ingatan manis yang bukan sedikit
menghitung setia yang mekar
dijambangan waktu
penjuru matamu kurenung
dengan mata hati
ada kerdipan cinta yang kian mengetarkan
tidak terungkap zahir kata
jua tafsiran jiwa
tahukah dikaudirimu..
makin kucinta
Sunday, May 24, 2009
kadang aku benci
benci yang teramat dengan ko
sakit aty bila ko x faham aku
ke kanan aku ckp
ke kiri yang ko buat
kadang aku marah
marah sgt dengan ko
geram bila ko wat bodo jer
apa yang aku katakan
kadang aku sedey
sedey sgt dengan ko
sebab ko selalu marah aku
tapi aku diam jer
sebab aku sayang ko
syg yg teramat sgt
ermmm
sabar je ler
Tuesday, May 19, 2009
terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan
perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan itu
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan
perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan itu
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
lepaskan segalanya
lepaskan segalanya
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
Labels: cinta
Sesaat aku temui
Hampa rasa dihati
Terkadang kusesali
Apa yang kuingkari
Selalu terbaring
Dalam ruang mimpi indah
Tak pernah bernyali
Untuk mengakui
Maafkan aku, Ku lelah
Lupakanlah aku, Selamanya
Kumenyerah, Takkan pernah
Engkau menjadi milikku
Aku selalu mencoba
Menjadi segalanya, untukmu
Namun ku tak pernah mampu
Ungkapkan semua inginku, aku tak mampu
Aku lelah
Lupakanlah aku, Selamanya
Kumenyerah, Takkan pernah
Engkau menjadi milikku
Ternyata ku tak bisa menjadi segalanya
Labels: Sedih
Ragaku yang terduduk dalam lamunku kini
tiada menorehkan senyuman abadi lagi
Hatiku yang telah kau iris dengan luka dalam
hingga tertembus jantung ini kini tiada menangis lagi
Yang terekam manis sekarang hanyalah status palsu yang selalu kujunjung tinggi pada tiap pemerhatiku
Aku tersesat pada hatiku sendiri karena kerelaan akan melepasmu pergi tuk menebus segala dosamu padaku
Namun saat akan ku cari jalan keluar
mengapa terjadi pesimpangan yang tiap artinya berbeda akan hatiku?
Suatau masa depan cerah tanpa dirinya
atau hanya hidup dalam kesalahan yang selalu membekas di hati
Dalam kebimbangan raga dan pikiranku
yang selalu tertuju pada sisi terburuk,
cahaya jalan penerangNya perlahan mulai mampu menerangi jalanku
Walau sampai sekarangpun ku hanya mampu berharap,kini ku hanya bisa menjalankannya sambil menunggu jawaban waktu
Labels: cinta
Kulihat senja di pelupuk matamu
Begitu cepat siang itu berlalu
Semoga hanya pergantian waktu
Dalam perjalanan panjang hidup
Kulihat senja di pelupuk matamu
Cerah yang mencoba sembunyi
Di balik biru laut kehidupan ini
Ada airmata menitis dalam kalbu
Labels: cinta
wahai malam..........
jangan kau redupkan sinar dihatinya
tuk slalu menjadi cahaya cinta dihatiku
ungkap segala gundah dan resah dalam jiwa
mekarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara
wahai sepi.........
jangan kau sembunyikan cintanya dariku
karna yang kuharap besar sayangnya kepadaku
bangunkan rindu yang resah dalam kalbu
usik lamunan di gelap asa yang tak mengaku
wahai dingin........
jangan kau bekukan kerinduan di antara kami
karna dia slalu hadir dalam mimpi-mimpi
getarkan dawai-dawai cinta dalam hati
nyanyikan desir angin di tiap sudut sepi
wahai kekasih......
berikan aku setangkai kelembutan jiwa
tuk mampu ungkap tirai-tirai asa tersisa
sampaikan ungkap jiwa dalam relung-relung rindu
kepadamu..........
wahai kekasih rinduku.......
Labels: roses











































